Urgensi Pemahaman Budaya Dalam Pembelajaran IPS
Keywords:
Culture, Social Studies Learning, Social PhenomenonAbstract
Urgensi pemahaman budaya dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pentingnya integrasi budaya dalam kurikulum IPS; (2) pemahaman konteks sosial, historis, dan geopolitik; (3) empati, toleransi, dan kesadaran global bagi siswa; (4) keterampilan analitis, kritis, dan solusi masalah bagi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif; pendekatan studi kepustakaan; dan analisis menggunakan teori ketergantungan sosial Johnson & Johnson. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya mengintegrasikan pemahaman budaya dalam pembelajaran IPS untuk menciptakan generasi yang cerdas, toleran, dan berwawasan global. Guna memerankan diri dalam pembelajaran IPS, teori ketergantungan sosial dikembangkan oleh Johnson pada pertengahan tahun 1960-an. Saat itu, pembelajaran di sekolah didominasi oleh pembelajaran kompetitif dan individualistis. Johnson menantang praktik tersebut dengan menyajikan teori dan penelitian tentang pembelajaran kooperatif, kompetitif, dan individualistis. Teori ini juga menciptakan prosedur operasional untuk pembelajaran kooperatif dan kompetisi yang tepat untuk pemahaman budaya dalam pembelajaran IPS. Diharapkan melalui tulisan ini siswa dapat memahami dan menerapkan pentingnya budaya dalam pembelajaran IPS.
References
Adji Widodo, dkk. 2020. Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Profitabilitas Pada PT Tropical di Jakarta. TIN: Terapan Informatika Nusantara : ISSN : 2722-7987
Ari Setyaningrum. 2015. Prinsip-Prinsip Pemasaran. CV. AndiOffset.
Budiman, Raymond. 2020. Rahasia Analisis Fundamental Saham: Analisis Perusahaan. Jakarta: Alex Media Komputindo.
Budiwibowo, A. K. 2016. Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar warga belajar kejar paket C. Journal Of Nonformal Education, 2(2). 168-169.
Hidayat, Dedy N. 2003. Paradigma dan Metodologi Penelitian Sosial Empirik. Klasik.
Gunawan. 2012. Genius Learning Strategy. Jakarta: PT.Gramedia
Gunawan SG (ed) 201). Farmakologi dan terapi. Edisi 5. Jakarta: Balai Penerbit. FKUI, pp: 237-238.
H.A.R. Tilaar. 2002. Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Hassi, A., & Storti, G. 2012. Globalization and Culture: The Three H Scenarios”. In Globalization - Approaches to Diversity.
Jaja. 2010. Bioactivity Of The Phytoconstituents. Of The Leaves Of Persea americana. Journal of Medicinal Plants Research.
Kemdikbud. 2019. Dipetik 2019, dari referensi.data.kemdikbud.go.id
Koentjaraningrat. 2005. Pengantar Antropologi Pokok-Pokok Etnografi II. Jakarta: PT.Rineka Cipta
Kristina. (2021). Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli. 15, https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5725690/5-pengertian-kebudayaan-menurut-para-ahli.
Langlois, G. (2019). Social media and the care of the self. In Digital Existence: Ontology, Ethics, and Transcendence in Digital Culture; Lagerkvist, A., Ed.; Routledge: New York, NY, USA, pp. 156–170.
Levin, I.; Mamlok, D. 2021. Culture and Society in the Digital Age. Information, 12, 68. https://doi.org/10.3390/info12020068
Martorella, P., Beal, C., & Bolick, C. 2005. Teaching Social Studies In Middle and. Secondary Schools 4th Edition. Publisher : Pearson College Div; 4th edition (January 1, 2004). ISBN-13 : 978-0131172449
Mirzaqon. T, A dan Budi Purwoko . 2017. Studi Kepustakaan Mengenai Landasan Teori dan Praktik Konseling Expressive Writing. Jurnal BK Unesa, 8(1)
Muhammad Numan Somantri. 2001 . Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Sumeyra Gazel. 2015. The Regret Aversion As An Investor Bias. International Journal of Business and Management Studies. Bozok University, Turkey.
Sutarno. 2007. Pendidikan Multikulturalisme. Jakarta: Dirjen Dikti.
Suprayekti. 2009. Perspektif Ilmu Pendidikan. Pustaka Ilmu.
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajara Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.
Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu, Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara.
Tyler Cowen. 2002), Penghancuran Kreatif: Bagaimana Globalisasi Mengubah Budaya Dunia. Yayasan Obor
UNESCO. (2018). Digital literacy and beyond. UNESCO EDUCATION SECTOR, 10.
Van Damme L, Fortune CA, Vandevelde S, Vanderplasschen W. (2017) The good lives model among detained female adolescents. Aggress Violent Behav. [Internet].2017;37(October):179–89. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.avb.2017.10.002
Yaqin Ainul. (2005). Pendidikan Multikultural Cross-cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media
Zed, M. (2008). Metode Peneletian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elfi Muzamila, Faridatul Lailiyah, Dwi Rahayu Nurul Aini, dan Nurus Syifa Fauziyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
